A.Pengertian Buku Teks Sebagai Bahan Ajar
Istilah buku teks yang dipergunakan dalam buku ini adalah terjemahan atau padanan textbook dalam bahasa inggris. Walaupundalam kamus textbook diterjemahkan dengan buku pelajaran (Echols dan sadily ; 1983:584) tetapi demi kepraktisan dan untuk menghindarkan salah paham maka istilah buku teks tetap dipergunakan dalam buku ini.
Berikut ini ada beberapat pendapat tentang buku teks menurut para ahli :
•Hall-Quest, 1915 dalam Tarigan, 1986
Buku teks adalah rekaman susunan rasial yang disusun unruk maksud-maksud dan tujuan-tujuan instruksional.
•Bacon, 1935 dalam Tarigan, 1986
Buku teks adalah buku yang dirancang untuk penggunaan di kelas, dengan cermat disusun dan disiapkan oleh para pakar atau ahli dalam bidang itu dan diperlengkapi dengan sarana-sarana pengajaran yang sesuai dan serasi.
•Buckingham, 1958, dalam Tarigan, 1986
Buku teks adalah sarana belajar yang biasa digunakan di sekolah-sekolah dan di perguruan tinggi untuk menunjang suatu program pengajaran.
•Lange, 1940
Buku teks adalah buku yang dirancang buat penggunaan di kelas, dengan cermat disusun dan disiapkan oleh para pakar atau para ahli dalam bidang itu dan diperlengkapi dengan sarana-sarana pengajaran yang sesuai dan serasi.
•Tarigan & Tarigan, 2010
Buku teks merupakan buku pelajaran dalam bidang studi tertentu, yang merupakan buku standart, yang disusun oleh para pakar dalam bidang itu untuk maksud dan tujuan instruksional, yang dilengkapi sarana-sarana pengajaran yang serasi dan mudah dipahami oleh para pemakainya di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi sehingga dapat menunjang suatu program pengajaran.
•Tarigan & Tarigan, 2010
Buku teks pelajaran merupakan buku yang dipakai untuk mempelajari atau mendalami suatu subjek pengetahuan dan ilmu serta teknologi atau suatu bidang studi, sehingga mengandung penyajian asas-asas tentang subjek tersebut, termasuk karya kepanditaan (scholarly, literary) terkait subjek yang bersangkutan.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 11 Tahun 2005 menjelaskan bahwa buku teks (buku pelajaran) adalah buku acuan wajib untuk digunakan di sekolah yang memuat materi pembelajaran dalam rangka peningkatan keimanan dan ketakwaan, budi pekerti dan kepribadian, kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, kepekaan dan Nomor 2 Tahun 2008 :
1.Pasal 1: ” buku teks adalah buku acuan wajib untuk digunakan di satuan pendidikan dasar dan menengah atau perguruan tinggi yang memuat materi pembelajaran dalam rangka peningkatan keimanan, ketakwaan, akhlak mulia, dan kepribadian, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, peningkatan kepekaan dan kemampuan estetis, peningkatan kemampuan kinestetis dan kesehatan yang disusun berdasarkan standar nasional pendidikan.
2.Pasal 4 ayat (1): ” Buku teks pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dinilai kelayakan-pakainya terlebih dahulu oleh Badan Standar Nasional Pendidikan sebelum digunakan oleh pendidik dan/atau peserta didik sebagai sumber belajar di satuan pendidikan”.
3.Pasal 10 ayat (1): ”satuan pendidikan dasar dan menengah menetapkan masa pakai buku teks sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 sesingkat-singkatnya 5 tahun”.
Berdasarkan pendapat para ahli di atas maka dapat disimpulkan buku teks adalah sama dengan buku pelajaran. Secara lebih lengkap dapat didefinisikan sebagai berikut ini, buku teks adalah buku pelajaran dalam bidang studi tertentu, yang merupakan buku standar, yang disusun oleh para pakar dalam bidang itu buat maksud maksud dan tujuan instruksional, yang diperlengkapi dengan saran sarana pengajaran yang serasi dan mudah dipahami oleh para pemakainya di sekolah sekolah dan diperguruan tinggi. Sehingga dapat menunjang sesuatu program pengajaran.
B.Fungsi, Tujuan, dan Manfaat Buku Teks Pelajaran
Buku teks pelajaran memiliki banyak fungsi, tujuan dan kegunaan atau manfaat dalam mendukung proses pembelajaran. Nasution dalam Prastowo (2012: 169) menyebutkan terdapat beberapa fungsi, tujuan dan manfaat atau kegunaan buku teks pelajaran, yaitu:
1.Fungsi Buku Teks Pelajaran
•Sebagai bahan referensi atau bahan rujukan oleh peserta didik
•Sebagai bahan evaluasi
•Sebagai alat bantu pendidik dalam melaksanakan kurikulum
•Sebagai salah satu penentu metode atau teknik pengajaran yang akan digunakan pendidik
•Sebagai sarana untuk peningkatan karir dan jabatan
2.Tujuan Buku Teks Pelajaran
•Memudahkan pendidik dalam menyampaikan materi pembelajaran
•Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengulangi pelajaran atau mempelajari pelajaran baru
•Menyediakan materi pembelajaran yang menarik bagi peserta didik
3.Manfaat atau Kegunaan Buku Teks Pelajaran
•Membantu peserta didik dalam melaksanakan kurikulum karena disusun berdasarkan kurikulum yang berlaku
•Menjadi pegangan guru dalam menentukan metode pengajaran
•Memberi kesempatan bagi peserta didik untuk mengulangi pelajaran atau mempelajari materi yang baru
•Memberikan pengetahuan bagi peserta didik maupun pendidik
•Menjadi penambah nilai angka kredit untuk mempermudah kenaikan pangkat dan golongan
•Menjadi sumber penghasilan jika diterbitkan
C.Karakteristik Buku Teks Pelajaran
Sebagaimana bentuk bahan ajar lainnya, buku teks pelajaran memiliki karakteristik tertentu. Beberapa karakteristik tersebut diantaranya sebagai berikut :
1.Secara formal, buku teks pelajaran diterbitkan oleh penerbit tertentu dan memiliki ISBN (internasional standar book number).
2.Penyusunan buku teks pelajaran memiliki dua misi utama, yaitu :
a.Optimalisasi pengembangan pengetahuan deklaratif dan prosedural.
b.Menjadi target utama dari buku ajar yang digunakan disekolah.
3.Buku teks pelajaran dikembangkan oleh penulis dan penerbit buku dengan senantiasa mengacu pada apa yang sedang diprogramkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Ketentuan tersebut diantaranya bahwa buku pelajaran harus :
a.Mengikuti kurikulum pendidikan nasional yang sedang berlangsung.
b.Berorientasi pada ketrampilan proses dengan menggunakan pendekatan kontekstual, teknologi, dan masyarakat, serta demokrasi.
c.Memberi gambaran secara jelas tentang keterpaduan atau keterkaitan dengan disiplin ilmu lainnya.
4.Buku teks pelajaran memiliki tujuh keuntungan sebagai berikut (Nasution, 1987) :
a.Buku teks pelajaran membantu pendidik melaksanakan kurikulum.
b.Buku teks pelajaran juga meupakan pegangan dalam metode pengajaran.
c.Buku teks pelajaran memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mengulangi pelajaran atau mempelajari pelajaran baru.
d.Buku pelajaran dapat digunakan untuk tahun-tahun berikutnya dan jika direvisi maka dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama.
e.Buku teks pelajaran yang uniform memberikan kesamaan mengani bahan ajar dan standar pengajaran.
f.Buku teks pelajaran memberikan kontinuitas pelajaran di kelas yang berurutan sekalipun pendidik berganti.
g.Buku teks pelajaran memberikan pengetahuan dan metode mengajar yang lebih mantap jika guru menggunakan dari tahun ketahun.
D.Langkah-langkah Penyusunan Buku Teks Pelajaran
Langkah-langkah ini dimaksudkan untuk memberikan bimbingan menulis, bukan hanya memberikan pengetahuan tentang cara menulis. Adapun langkah-langkah tersebut adalah:
1.Merencanakan pendekatan sistem
Pendekatan sistem memiliki enam komponen besar, yaitu:
1) analisis,
2) desain,
3) pengembangan,
4) uji coba dan revisi,
5) implementasi, dan
6) evaluasi sumatif.
Hal ini perlu dilakukan untuk memperoleh hasil yang maksimal.
2.Melakukan analisis kebutuhan
Perlu dilakukan untuk meyakinkan diri penulis bahwa buku yang akan ditulis sangat dibutuhkan oleh peserta didik. Dalam hal ini perlu menganalisis tingkat perkembangan psikologi peserta didik, kondisi sosio-kulutral, minat dan motivasi siswa, biaya, dll. Khusus di Sumatera Barat, perlu memperhatikan budaya Minangkabau sehingga penulisan buku tersebut dapat mengintegrasikan budaya Minangkabau yang mendukung materi, seperti pepatah, kehidupan para tokoh Minang yang berprestasi, dsb.
3.Mendiskripsikan kelompok sasaran
Sasaran buku tersebut tentu tingkat siswa, apakah di SD, SMP, atau setingkat SMA. Hanya saja perlu mendalami karakteristik masing-masing tingkatan tersebut, seperti analisis kebutuhan di atas. Hanya saja, langkah ketiga ini merumuskan lebih jelas lagi tentang sasaran tersebut.
4.Melakukan kerja sama dengan ahli bidang studi
Penulisan buku sebaiknya berdiskusi dengan orang lain untuk bertanya atau bertukar pikiran, terutama dari aspek bidang studi. Orang lain yang dimaksud sebaiknya ahli bidang studi yang dapat dijadikan sebagai narasumber yang bertanggung jawab.
5.Menuliskan kompetensi yang dapat diukur
Perlu merumuskan kompetensi yang akan dicapai oleh peserta didik dengan memper- hatikan waktu yang dibutuhkan.
6.Melakukan analisis piramida
Analisis piramida merupakan teknik yang bermanfaat untuk mengidentifikasi seluruh kompetensi dan sub-kompetensi yang diperlukan. Selainjutnya menyusun satu sama lain secara logis sehingga mudah dipelajari. Cara yang terbaik adalah dengan memulai dari tujuan (goal) kemudian berjalan mundur untuk mengetahui kompetensi-kompetensi yang diperlukan.
7.Mengidentifikasi jenis belajar, pemilihan metode dan media, dan peta belajar.
Langkah ketujuh ini dilakukan dengan memperhatikan jenis materi dan tingkat sasaran peserta didik. Perlu pula mengidentifikasi ranah kognitif, afektif, dan psikomotor.
8.Menentukan struktur pelajaran dan desain pertanyaan
Struktur pelajaran harus tergambar dalam profil tulisan pada setiap Bab/tema. Struktur pelajaran ini disusun secara utuh, mulai dari pendahuluan sampai tindak lanjut setelah melakukan tes akhir pokok bahasan.
9.Membuat lay-out halaman
Lay-out halaman hendaklah memperhatikan:
•Gambar di awal Bab
•Uraian materi standar
•Kegiatan siswa
•Jendela dan Gambar
•Informasi atau rumus-rumus yang penting
10.Melakukan penulisan naskah yang sesungguhnya
Setelah melakukan sembilan langkah sebelumnya, maka lakukanlah penulisan buku yang sesungguhnya dengan ketekunan dan kesabaran serta niat yang ikhlas.
11.Melakukan evaluasi
Setelah buku ditulis, sebaiknya dilakukan evaluasi dengan menempuh beberapa tahap, yaitu:
•Review ahli bidang studi, desain pembelajaran, dan editorial.
•Uji coba satu-satu atau secara individual kepada siswa yang relatif cerdas, biasa dan kurang dengan memperhatikan responnya.
•Uji coba kelompok kecil sekitar 20-30 orang dengan mengamati respons mereka tanpa harus dibimbing.
•Uji coba lapangan nyata, setelah melakukan revisi dari tahapan sebelumnya.
•Evaluasi sumatif, yaitu untuk menentukan prestasi belajar siswa yang menggunakan buku tersebut.
•Penutup
merancang bahan ajar buku teks
A.Pengertian Buku Teks Sebagai Bahan Ajar Istilah buku teks yang dipergunakan dalam buku ini adalah terjemahan atau padanan textbook dalam bahasa inggris. Walaupundalam kamus textbook diterjemahkan dengan buku pelajaran (Echols dan sadily ; 1983:584) tetapi demi kepraktisan dan untuk menghindarkan salah paham maka istilah buku teks tetap dipergunakan dalam buku ini. Berikut ini ada beberapat pendapat tentang buku teks menurut para ahli : •Hall-Quest, 1915 dalam Tarigan, 1986 Buku teks adalah rekaman susunan rasial yang disusun unruk maksud-maksud dan tujuan-tujuan instruksional. •Bacon, 1935 dalam Tarigan, 1986 Buku teks adalah buku yang dirancang untuk penggunaan di kelas, dengan cermat disusun dan disiapkan oleh para pakar atau ahli dalam bidang itu dan diperlengkapi dengan sarana-sarana pengajaran yang sesuai dan serasi. •Buckingham, 1958, dalam Tarigan, 1986 Buku teks adalah sarana belajar yang biasa digunakan di sekolah-sekolah dan di perguruan tinggi untuk menunjang suatu progr...
Komentar
Posting Komentar